Siapa yang Akan Jadi Raja Elbaf One Piece? Loki atau Hajrudin?

Kalau dari segi naratif, Hajrudin bakal menarik

(Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Dalam dunia One Piece, Elbaf dikenal sebagai negeri para raksasa yang kuat dan penuh kehormatan. Namun, di balik reputasinya yang mengancam, kerajaan ini ternyata sudah relatif lama belum memiliki pemimpin setelah tewasnya Raja Harald.

Kini, dua sosok yang memiliki darah kerajaan—Loki dan Hajrudin—menjadi kandidat potensial untuk mengisi kekosongan takhta.

Loki, sang pangeran yang diakui, memiliki hak dan kekuatan yang tak diragukan. Namun, reputasinya yang buruk membuat banyak pihak meragukan apakah ia layak menjadi raja.

Di sisi lain, Hajrudin, putra dari raksasa luar negeri, justru tumbuh sebagai pejuang yang menolak tunduk pada stigma masyarakat. Ia tetap ingin menjadi raja. 

Dengan perbedaan status dan prinsip yang begitu kontras, siapa yang akan jadi raja Elbaf One Piece? 

1. Kenapa Loki layak?

Loki One Piece 1130.pngKemunculan Loki di One Piece 1130. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Dibandingkan Hajrudin, Loki memiliki keunggulan besar sebagai calon raja karena statusnya yang diakui secara sah oleh rakyat Elbaf. Sebagai anak dari ratu resmi Elbaf, ia adalah pewaris takhta.

Tradisi Elbaf yang kuat kemungkinan besar masih mendukung garis keturunan sebagai faktor utama dalam memilih raja, dan dalam aspek ini, Loki jelas lebih unggul daripada Hajrudin yang sejak awal dikucilkan karena darah asingnya.

Selain statusnya, Loki juga merupakan salah satu raksasa terkuat. Bahkan, butuh campur tangan Shanks untuk menangkapnya, yang menunjukkan bahwa kekuatannya berada di level yang sangat tinggi, mungkin lebih kuat dari mayoritas raksasa Elbaf.

Jika raja sebelumnya, Harald, adalah sosok yang disegani karena kekuatannya, maka Loki secara alami memiliki potensi untuk meneruskan warisan tersebut.

Namun, masalah utama yang menghalangi Loki adalah reputasinya yang buruk. Dia dikenal sebagai sosok yang usil, kejam, dan suka bikin masalah sehingga rakyat mungkin akan mulai mempertanyakan kepemimpinannya, meskipun dia kuat. Apalagi jika tuduhan bahwa dia membunuh ayahnya memang benar, maka kecil kemungkinan rakyat akan menerimanya sebagai raja tanpa ada perlawanan besar.

Tetapi, jika teori bahwa Loki hanya difitnah bisa dibuktikan, maka posisinya akan jauh lebih kuat. Jika tuduhan itu hanyalah bagian dari konspirasi untuk menjatuhkannya, maka membersihkan namanya bisa menjadi jalan bagi Loki untuk mengklaim kembali haknya atas takhta. 

Baca Juga: 8 Karakter One Piece yang Bakal Berjaya di Dunia Solo Leveling

2. Kenapa Hajrudin layak?

hajrudin one piece.pngHajrudin dari One Piece. (Toei Animation/One Piece)

Dari segi kekuatan, Hajrudin memang terasa di bawah Loki. Jika Loki begitu kuat hingga butuh campur tangan Shanks untuk menangkapnya dan bahkan mayoritas pejuang Elbaf harus turun tangan untuk memastikan ia tetap ditahan, maka Hajrudin belum menunjukkan kekuatan sebesar itu.

Sebaliknya, di Dressrosa, ia pernah K.O satu pukulan di tangan Luffy, dibikin jadi boneka oleh Sugar, dan dibuat babak belur oleh Machvise, seorang perwira eksekutif dari kelompok Doflamingo—bukan sosok terkuat di dunia One Piece. Ini menunjukkan bahwa dalam duel murni, kemungkinan besar Hajrudin akan kesulitan melawan Loki jika pertarungan mereka terjadi.

Namun, Hajrudin memiliki sesuatu yang Loki tidak miliki: semangat untuk mengubah Elbaf. Sejak lahir, dia sudah harus menghadapi diskriminasi hanya karena ibunya berasal dari luar negeri. Ibunya bahkan tidak diakui sebagai ratu, yang berarti Hajrudin sejak awal tidak pernah memiliki hak waris atau tempat di dalam istana Elbaf.

Meskipun dia memiliki darah kerajaan, masyarakatnya sendiri tidak menganggapnya layak hanya karena faktor kelahiran.

Tapi inilah yang membuat Hajrudin berbeda. Dia tidak menyerah, tetapi justru menerima rasa sakit dari diskriminasi dan menjadikannya bahan bakar untuk berjuang.

Bukan kebencian atau rasa balas dendam tekad Hajrudin menjadi raja, tetapi karena ia ingin menyatukan kaum raksasa.

Mimpinya adalah menjadi raja dari SEMUA raksasa. Itu berarti bukan hanya raksasa Elbaf!

Ini mengingatkan pada karakter utama shonen klasik seperti Naruto Uzumaki, yang juga mengalami diskriminasi sejak kecil tetapi tetap berusaha diterima dan akhirnya menjadi Hokage.

Narasi One Piece sering kali mendukung mereka yang berjuang melawan takdir dan memperjuangkan perubahan.

Jika Hajrudin berhasil membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin yang lebih baik daripada Loki, bukan hanya dari segi kekuatan tetapi juga dalam kebijaksanaan dan keberanian untuk mempersatukan rakyatnya, maka ia bisa menjadi raja yang akan membawa Elbaf ke era baru—bukan sekadar melanjutkan tradisi lama yang penuh diskriminasi.

3. Jadi, siapa yang bakal jadi raja?

second world mural one piece 1138.pngGambar berbagai ras di mural One Piece 1138. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Berdasarkan pola naratif One Piece, Hajrudin lebih mungkin menjadi raja Elbaf.

One Piece selalu menyoroti perjuangan melawan diskriminasi dan ketidakadilan sosial, dan sejarah panjang diskriminasi di Elbaf terasa seperti benih konflik yang akan disorot dan diselesaikan pada arc ini.

Hajrudin, meskipun bukan raksasa terkuat, memiliki impian besar untuk menyatukan semua raksasa, terlepas dari asal-usul mereka. Moralitas dan kejujurannya adalah atribut yang sering kali dimiliki oleh pemimpin baik dalam dunia One Piece, dan ini bisa menjadi faktor utama yang membawanya ke atas takhta.

Jika arc Elbaf benar-benar berakhir dengan perubahan besar dalam tradisi kerajaan, Hajrudin adalah sosok yang paling cocok untuk memimpin era baru.

Lalu, bagaimana dengan Loki? Jika dia selamat dari arc ini dan ternyata tidak bersalah atas kematian ayahnya, maka bukan mustahil nasibnya akan berujung di lautan, bukan di takhta Elbaf. Jika dia tidak bisa menjadi raja, satu-satunya jalan yang tersisa baginya adalah meninggalkan Elbaf dan mencari jalannya sendiri sebagai pejuang. Ini bisa membuka kemungkinan menarik: Loki sebagai sekutu Luffy di akhir cerita.

Mungkin Loki yang menggantikan posisi Hajrudin sebagai pemimpin kelompok New Giant Warrior Pirates dalam Armada Besar Topi Jerami? 

Teori ini diperkuat oleh mural Tiga Dunia yang muncul di Chapter 1138. Di mural tersebut, terlihat sosok raksasa mengenakan helm bertanduk yang mirip dengan Loki, berdiri di sisi yang sama dengan Nika, bertarung melawan monster misterius.

Jika mural ini benar-benar menggambarkan konflik besar di akhir cerita, maka bisa jadi itu adalah pertanda bahwa Loki akan berperan dalam perang akhir—bukan sebagai penguasa Elbaf, tetapi sebagai prajurit yang bertarung untuk kebebasan bersama Luffy, sementara pemerintahan Elbaf ditangani Hajrudin. 

Dengan begitu, arc Elbaf bisa berakhir dengan dua hal besar: Hajrudin naik takhta sebagai simbol perubahan dan harapan bagi kaum raksasa, sementara Loki menemukan takdirnya di lautan, mungkin sebagai sekutu besar dalam pertarungan akhir dunia. Ini bukan hanya memberikan akhir yang klimaks bagi Elbaf, tetapi juga menyiapkan panggung bagi skala konflik yang lebih besar di masa depan.

Tapi itu hanya teori saya. Teori One Piece Duniaku.com. Gimana menurut kamu? Siapa yang akan jadi Raja Elbaf One Piece? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Siapa Sebenarnya yang Membunuh Raja Harald Elbaf di One Piece? 

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU